Jumat, 13 Desember 2013

EKAKOSMA

1Membuat ERD
Entity Relationship Diagram adalah pemodelan data utama dan akan membantu
mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan
hubungan antar entitas.
Entitas (Entity)
Entitas adalah suatu yang nyata atau abstrak dimana kita akan menyimpan data. Contoh
entitas pegawai, entitas kampus, entitas buku dsb.
Relasi (Relationship)
Relasi adalah hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas, misal proses
pembayaran pegawai. Kardinalitas menentukan kejadian suatu entitas untuk satu
kejadian pada entitas yang berhubungan. Misal, mahasiswa bisa mengambil banyak
mata kuliah
Atribut (Attribute)
Atribut adalah ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu.
Sebutan lain atribut adalah properti, elemen data dan field. Misal, nama, alamat, nomor
pegawai, gaji dsb.

Metodologi ERD
1. Menentukan entitas Menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata
dan konsep dimana penggunaan untuk
menyimpan data
2. Menentukan relasi Menentukan hubungan antar pas angan entitas
menggunakan matriks relasi
3. Gambar ERD sementara Entitas digambarkan dengan kotak, dan relasi
digambarkan dengan garis
4. Isi kardinalitas Menentukan jumlah kejadian satu entitas
untuk sebuah kejadian pada entitas yang
berhubungan
5. Tentukan kunci utama Menentukan atribut yang mengidentifikasikan
satu dan hanya satu kejadian masing-masing
entitas
6. Gambar ERD berdasarkan kunci Menghilangkan relasi many to many dan
memasukkan primary dan kunci tamu pada
masing-masing entitas
7. Menentukan atribut Menentukan field -field yang diperlukan
system
8. Pemetaan atribut Memasangkan atribut dengan entitas yang
sesuai
9. Gambar ERD dengan atribut Mengatur ERD dari langkah 6 dengan
menambahkan entitas atau relasi yang
ditemukan pada langkah 8
10. Periksa hasil Apakah ERD sudah menggambarkan system
yang akan d bangun
Menentukan entity-entity yang diperlukan
2. Menentukan Relationship antar entity

* Peminjaman
* Pendaftaran
* Sumbangan


Komponen Entity Relationship

 

Keterangan:

Key adalah atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik (bergaris bawah).

Atribut Simple adalah atribut yang bernilai tunggal.

3. Menentukan Cardinality Ratio & Participation Constraint

Menjelaskan jumlah keterhubungan 1 entity dengan entity lainnya.

Logical Record Structured (LRS)

LRS adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari
hasil relasi antar himpunan entitas.
Menentukan Kardinalitas, Jumlah Tabel, dan Foreign Key (FK)


Gambar di atas menunjukan relasi dengan kardinalitas karena:
1 orang hanya bisa melakukan 1 pendaftaran, dan
1 Pendaftaran hanya bisa dilakukan 1 orang.

Relasi 1:1 akan membentuk 2 tabel:
Tabel Fatimah (Id_fatimah, Nama, Alamat)
Tabel Pendaftaran (No_daftar, Status, Bya_pndftrn)

LRS yang terbentuk sbb:

One to Many(1:M)
Gambar di atas menunjukan relasi dengan kardinalitas karena:
1 Donatur bisa menyumbang banyak Buku, dan
Banyak Buku bisa disumbang 1 Donatur.

Relasi 1:M akan membentuk 2 tabel:
Tabel Donatur (Id_donatur, Nm_donatur, Pekerjaan, Alamat)
Tabel Buku (Id_buku, Judul, Pengarang, Penerbit)

LRS yang terbentuk sbb:


Many to Many(M:N)

Gambar di atas menunjukan relasi dengan kardinalitas karena:
1 Anggota bisa meminjam banyak Buku, dan
Banyak Buku bisa dipinjam 1 Anggota.

Relasi M:N akan membentuk 3 tabel:
Tabel Anggota(Id_Anggota, Nama, Tgl_lhr, Tmp_lhr, Alamat)
Tabel Pinjam(Id_buku, Tgl_pinjam, Tgl_kembali)
Tabel Buku (Id_buku, Judul, Pengarang, Penerbit)

LRS yang terbentuk sbb:

Participation Constraint
Menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity
lain.

Terdapat 2 macam yaitu:
1. Total Participation Constraint
Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain.

2.Partial Participation Constraint
Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain.
Keterangan:
Seseorang lebih umum masuk ke dalam perpustakaan menjadi anggota dibandingkan
menjadi donatur.


Membuat ERD secara otomatis dengan Microsoft Office Visio
3
Bagi kalian yang sedang kuliah teknik informatika, pada pelajaran sistem basis data pasti pernah kan mendapat tugas membuat ERD (Entity Relationship Diagram).  Maksudnya disini databasenya sudah ada, table2nya pun sudah ada lalu kalian diwajibkan membuat ERD dari database tersebut. Nah kebanyakan dari kalian pasti membuat ERD secara manual ya?
Kali ini saya akan memberikan tips membuat ERD secara otomatis menggunakan Microsoft Office Visio, visio yang saya gunakan adalah visio 2003. Kemudian untuk databasenya saya menggunakan MySQL. Jadi kita memerlukan Connector/ODBC nya, kalian bisa mendownloadnya disini dan menginstallnya.
Langsung saja, berikut ini adalah langkah-langkahnya :
·         Buka microsoft visio, lakukan seperti yang ada di gambar
·         Kemudian pilih menu Database -> Reverse Engineer
·         Untuk bagian Installed Visio drivers, pilih ODBC Generic Driver.
·         Kemudian untuk Data Sourcenya click tombol new -> pilih System Data Source dan click next
·         Pilih MySQL ODBC 5.1 Driver, click next lalu click finish. Maka akan muncul form seperti ini
·         Isi Data Source Name sesuka hati kalian. Kemudian isi user dan password MYSQL kalian, lalu pilih database mana yang ingin dibuatkan ERDnya. Click OK.  Maka tampilannya akan menjadi seperti ini :
·         Click tombol next, masukkan password MYSQL. Lalu pilih object yang ingin ditampilkan. Pilih table yang ingin ditampilkan. Tekan tombol next hingga muncul tampilan berikut :
·         Pastikan kalian memilih option Yes. Lalu click tombol Next hingga selesai.
·         Untuk database yang memiliki table cukup banyak, akan butuh waktu agak lama (tapi bergantung dengan spesifikasi komputer kalian juga).Kemudian ERD pun akan muncul secara otomatis tanpa perlu kita repot2 untuk membuatnya
 
 
 

Ini adalah ERD (Entity Relasionship Diagram) dari sebuah database Akademik. Database akademik ini terdiri dari entittas: Mahasiswa, Dosen, dan Mata_kuliah. Dari entitas mahasiswa dengan mata kuliah bisa menghasilkan relasi mengambil, relasi ini terdiri dari atribut NIM yang merupakan primary key dari entitas mahasiswa, atribut kode_matkul yang  merupakan primary key dari entitas mata_kuliah, dan atribut nilai yang merupakan atribut derivatif. 
Sedangkan relasi antara entitas mata_kuliah dengan dosen menghasilkan relasi mengampu yang terdiri dari atribut NIP yang merupakan primary key dari entitas dosen, atribut kode_matkul yang merupakan primary key dari entitas mata_kuliah, atribut hari, jam, ruang yang merupakan atribut derivatif. Selain relasi antara mahasiswa dengan mata_kuliah dan mata_kuliah dengan dosen, kita juga memiliki relasi antara entitas dosen dengan mahasiswa. Relasi ini adalah relasi membimbing yang terdiri dari atribut NIM yang merupakan primary key dari entitas mahasiswa, atribut NIP yang merupakan primary key dari entitas dosen, tgl_mulai dan tgl_selesai yang merupakan atribut derivatif.
PROSES DESAIN DATABASE- Database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan. Database yang baik adalah database yang dapat memberikan informasi bagi penggunanya. Untuk memberikan informasi sesuai dengan kehendak pengguna maka diperlukan pendesaian database.
Adapun langkah-langkah dalam proses desain database sebagai berikut :
1.   Analisis persyaratan - Langkah pertama dalam proses desain database adalah memahami dan mengetahui data apa yang akan disimpan dalam database. Aplikasi apa yang akan dibuat, jenis operasi apa yang digunakan, dan seterusnya.
2. Desain database konseptual - Data yang diperoleh dari tahap analisis persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data yang disimpan dalam database. Dalam proses ini kita menggunakan model ER yang tujuannya adalah untuk membuat gambar sederhana tentang data sesuai dengan pemikiran pengguna dan mengembangkan data tersebut secara lebih luas.
3. Desain database logika - Langkah yang ketiga yaitu mengubah model ERD menjadi skema database yang relasional. Disini kita harus memilih DBMS untuk mengimplementasikan desain database kita.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam merancang database logika :

a)  Mendefinisi entity yang dibutuhkan - Entity merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata. Simbol dari entity biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
Misalnya dalam sistem informasi akademik, yang bisa dijadikan entity adalah entity mahasiswa, entity dosen, dan entity mata kuliah. 
b)  Menentukan atribut dari setiap entity beserta kuncinya - Setelah menentukan entity, langkah berikutnya adalah menentukan atribut dari entity tersebut.
Berikut ini adalah contoh atribut dan kunci dari entity mahasiswa, dosen, dan mata kuliah :
Keterangan : atribut yangbercetak tebal dan bergaris bawah merupakan primary key.
c)   Menentukan relasi antar entity
Setelah menentukan entity dan atribut, selanjutnya adalah kita menentukan relasi antar entity. Jika entity yang satu dengan entity yang lain saling berhubungan, maka hubungan tersebut dinyatakan sebagai entity baru. Entity hasil relasi mempunyai kunci tamu (foreign key). Simbol dari entity baru digambarkan dengan jajaran genjang.
Antara entity dosen dengan mata kuliah, kita bisa membuat entity baru yang yaitu entity jadwal kuliah, berikut adalah atributnya :
·         NIP
·         Kode matkul
·         Hari
·         Jam
·         Ruang
Antara entity mahasiswa dengan mata kuliah, kita bisa membuat entity baru yang yaitu entity KHS, berikut adalah atributnya :
·         NIM
·         Kode matkul
·         Nilai
Antara entity mahasiswa dengan dosen, kita bisa membuat entity baru yang yaitu entity jadwal kuliah, berikut adalah atributnya :
·         NIM
·         NIP
·         Tanggal mulai bimbingan
·         Tanggal selesai.

d)   Menentukan derajat relasi - Derajat relasi yang terjadi antara entity satu dengan entity yang lain adalah one to one (1:1), one to many/many to one (1:N/N:1), dan many to many (M:N).
·    Derajat relasi antara dosen dengan mata kuliah adalah one to many,  karena seorang dosen bisa mengampu lebih dari satu mata kuliah dan satu mata kuliah biasanya hanya diampu oleh satu dosen.
·    Derajat relasi antara mahasiswa dengan mata kuliah adalah many to many, karena satu mahasiswa boleh mengambil lebih dari satu mata kuliah dan satu mata kuliah boleh diambil oleh banyak mahasiswa
·    Derajat relasi antara mahasiswa dengan dosen adalah one to many, karena satu mahasiswa hanya mempunyai satu dosen pembimbing tapi satu dosen pembimbing bisa mempunyai banyak mahasiswa bimbingan.
4. Perbaikan skema
Dalam tahap ini kita harus mengecek sekumpulan relasi dalam skema database relasional agar kita dapat menemukan masalah yang muncul dan memperbaikinya. Langkah ini sering disebut juga dengan istilah Normalisasi.

Berikut adalah tingkatan bentuk normal dalam proses normalisasi : 
· Bentuk Normal Pertama (1NF)
· Bentuk Normal Kedua (2NF)
· Bentuk Normal Ketiga(3NF)
· Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)
· Bentuk Normal Keempat (4NF)
· Bentuk Normal Kelima (5NF)

5.  Desain database fisik
Proses perancangan fisik merupakan transformasi dari perancangan logis terhadap jenis DBMS yang digunakan sehingga dapat disimpan secara fisik dalam media penyimpanan.
Transformasi entity menjadi tabel
 
Transformasi atribut menjadi field
 
Menentukan tipe data dari field
 
Menentukan ukuran dari field
Microsoft Office Visio, visio yang saya gunakan adalah visio 2003. Kemudian untuk databasenya saya menggunakan MySQL. Jadi kita memerlukan Connector/ODBC nya, kalian bisa mendownloadnya disini dan menginstallnya.
Langsung saja, berikut ini adalah langkah-langkahnya :
  • Buka microsoft visio, lakukan seperti yang ada di gambar
  • Kemudian pilih menu Database -> Reverse Engineer
  • Untuk bagian Installed Visio drivers, pilih ODBC Generic Driver.
  • Kemudian untuk Data Sourcenya click tombol new -> pilih System Data Source dan click next
  • Pilih MySQL ODBC 5.1 Driver, click next lalu click finish. Maka akan muncul form seperti ini
  • Isi Data Source Name sesuka hati kalian. Kemudian isi user dan password MYSQL kalian, lalu pilih database mana yang ingin dibuatkan ERDnya. Click OK.  Maka tampilannya akan menjadi seperti ini :
  • Click tombol next, masukkan password MYSQL. Lalu pilih object yang ingin ditampilkan. Pilih table yang ingin ditampilkan. Tekan tombol next hingga muncul tampilan berikut :
  • Pastikan kalian memilih option Yes. Lalu click tombol Next hingga selesai.
  • Untuk database yang memiliki table cukup banyak, akan butuh waktu agak lama (tapi bergantung dengan spesifikasi komputer kalian juga).Kemudian ERD pun akan muncul secara otomatis tanpa perlu kita repot2 untuk membuatnya

Selasa, 10 Desember 2013

macam macam gerbang dasar logika Ada beberapa macam gerbang logika dasar, antaralain yaitu : 1. Gerbang Not (Not Gate) Gerbang NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau “1” dan “0”, maka membalik logika tegangan berarti mengubah “1” menjadi "0” atau sebaliknya mengubah nol menjadi satu. Sumbu atau tanda gambar pintu NOT ditunjukkan pada gambar dibawah ini. A B 0 1 1 0 Tabel kebenaran Gerbang NOT Gambar Gerbang Not 2. Gerbang And Gerbang AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu rangkaian logika yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya mempunyai satu jalan keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi. A B Q = A.B 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 Tabel kebenaran Gerbang AND Gambar Gerbang AND Gerbang OR Gerbang OR berbeda dengan gerbang NOT yang hanya memiliki satu input, gerbang ini memiliki paling sedikit 2 jalur input. Artinya inputnya bisa lebih dari dua, misalnya empat atau delapan. Yang jelas adalah semua gerbang logika selalu mempunyai hanya satu output. Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah. A B Q = A + B 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 Tabel kebenaran Gerbang OR Gambar Gerbang OR Gerbang NAND Gerbang NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi. A B Q = A.B 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 Tabel kebenaran Gerbang NAND Gerbang NAND Gerbang NOR Gerbang NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi OR yang dibalikkan sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukanya bernilai rendah. A B Q = A + B 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 Tabel kebenaran Gerbang NOR Gerbang NOR Gerbang X-OR Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua. A B Q = A + B 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 Tabel kebenaran Gerbang X-OR Gerbang X-OR Gerbang X-NOR Gerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan bernilaisama (kebalikan dari gerbang X-OR). A B Q = A.B 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 Tabel kebenaran Gerbang X-NOR Gambar Gerbang X-NOR

Selasa, 03 Desember 2013

Cara Hack WIFi dengan CMD ini ada postingan tentang bagaimana hack wifi hanya dengan cmd, tanpa basa basi ini dia caranya : Buka RUN lalu ketikkan cmd.exe, atau bisa juga langsung ketikkan cmd.exe pada kolom search di start menu (*bagi yang menggunakan windows 7). Maka akan muncul tampilan seperti ini. Lalu Ketikan ipconfig/all di pointer yang kedip-kedip. Perintah ini berfungsi untuk menampilkan informasi seputar koneksi dimana anda berada sekarang. Hasilnya akan seperti dibawah ini. yang berisi segala macam informasi tentang komputer anda. Lalu cari yang namanya DNS Server kemudian lihat kode yang ada di sebelahnya, dan kode itu yang harus anda ingat, dan kalo perlu tulis dahulu di notepad. Lalu scrolling cmd.exe kalian kebagian yang paling bawah, maka kalian akan menemukan perintah seperti perintah awal untuk mengetik. Kini perintah ketikannya beda lagi. Ketikkan perintah seperti berikut ping -L 500 10.0.1.2 -t. dan kode 10.0.1.2 itu berasal dari DNS Server yang tertera di atas (*DNS Server Punya saya). Ganti dengan DNS Server kalian. Tekan Enter. Maka akan tampak proses seperti dibawah ini. Biarkan proses itu berjalan terus selama kalian online menggunakan wifi dimana tempat kalian sedang nongkrong sekarang ini. Bila perlu minimize saja, asal jangan di tutup cmd.exenya. cara ini berfungsi untuk menyedot bandwith pengguna yang sedang aktif di area sekitar wilayah hotspot tersebut. pada ping -L 500 10.0.1.2 -t anda juga bisa mengubah 500 jadi 1000 atau lebih tergantung keinginan anda sendiri. - See more at: http://tinggalcopas.blogspot.com/2013/05/cara-hack-wifi-dengan-cmd.html#sthash.onama6DX.dpuf
caramebersihkan Virus Shortcut Tanpa Antivirus Cara Membersihkan Virus Shortcut Di komputer ,Flashdisk Tanpa Antivirus Viru Shortcut/Ramnit adalah virus yang paling sukses menyebar di tahun 2011, dengan kemampuan update layaknya program antivirus Ramnit berhasil mengecoh system scanner program antivirusVirus yang muncul akhir bulan Januari 2011 ini mempunyai kemampuan untuk menginjeksi file yang mempunyai ekstensi EXE dan DLL baik berupa file program aplikasi maupun file system Windows. cukup jelas penjelasan virus shortcut langsung aja disini saya akan berbagi trik cara membersihkan virus shortcut tanpa antivirus di komputer , flasdisk anda. berikut saya memberi contoh untuk membersihkan virus shortcut di flashdisk : 1. buka RUN pada komputer anda 2.ketik cmd kemudian Ok / Enter
3.Masuk ke drive Flashdisknya misalnya di drive E (tergantung drive flashdisknya muncul )dengan cara ketik E: lalu enter 4. Ketik attrib -s -r -h /s /d lalu enter iitu perintah untuk mengembalikan folder yang terkena virus shortcut 5.kemudian lihat folder asli anda kembali lgi tinggal hapus aja folder shortcut anda Sama saja kok cara membersihkan virus shortcut di komputer. Semoga Bermanfaat don't forget follow twitter me , blog , andthen join us fanspage Programm komputer

Minggu, 01 Desember 2013


Fungsi di CMD

Command Prompt adalah sebuah perintah dos yang terdapat pada OS windows yang dapat memudahkan user dalam menjelajahi Windows baik secara online maupun offline, Dan adakalanya aplikasi ini bisa juga disalahgunakan oleh seorang cracker untuk menjalankan aksi-aksinya hanya dengan menggunakan command prompt.
Nah, buat sobat  yang sering utak atik cmd (Start >> Run >> cmd)
Semoga fungsi-fungsi CMD dibawah ini bermanfaat
A
ADDUSERS – Memasukkan/ menambah user ke/dari file CSV.
ARP – Address Resolution Protocol
ASSOC Change – file extension associations
ASSOCIAT – One step file association
AT Schedule – Perintah untuk membuat shedule program (utk dijalankan kemudian waktu)
ATTRIB – Mengganti atribut file
B
BOOTCFG – Edit boot setting windows
BROWSTAT – Mencari info domain,browser dan PDC
C
CACLS – Mengganti/mengubah file permissions
CALL – Memanggil sebuah program batch
CD – Memindahkan ke sebuah folder tertentu.
CHANGE – Mengubah Properties pada Terminal Server
CHKDSK – Memeriksa dan memperbaiki file system
CHKNTFS – Memeriksa NTFS file system
CHOICE – Menerima input keyboard ke dalam sebuah batch file
CIPHER – Encrypt-Decrypt files/folders
CleanMgr – Membersihkan secara otomatis Temporary files, recycle bin
CLEARMEM – Membersihkan memory
CLIP – meng-Copy STDIN ke Windows clipboard.
CLS – Membersihkan layar CMD
CLUSTER – Windows Clustering
CMD – Membuka layar CMD/ command prompt
COLOR – Mengganti warna pada window CMD
COMP – Membandingkan isi dari 2 atau lebih file
COMPACT – kompres file/folder di dalam partisi NTFS
COMPRESS – kompres file individu di dalam partisi NTFS
CON2PRT – Connect atau disconnect sebuah Printer
CONVERT – Convert FAT drive menjadi NTFS.
COPY – Copy 1 atau lebih file ke lokasi tertentu
CSVDE – Import/Export Active Directory data
D
DATE – Menampilkan/mengatur tanggal
Dcomcnfg – DCOM Configuration Utility
DEFRAG – Defragment hard drive
DEL – Menghapus 1 atau lebih file
DELPROF – Menghapus User Profile NT
DELTREE – Menghapus sebuah folder beserta subfolder
DevCon – Device Manager Command Line Utility
DIR – Menampilkan daftar file/folder dari sebuah drive
DIRUSE – Menampilkan disk usage/kapasitas disk
DISKCOMP – Membandingkan isi dari 2 buah floppy disk
DISKCOPY – Copy isi dari sebuah floppy disk ke floppy disk lainnya
DNSSTAT – DNS Statistics
DOSKEY – Mengedit command line,recall commands,dan create macros
DSADD – Menambah user (computer, group..) ke dalam active directory
DSQUERY – Menambah item ke dalam active directory
DSMOD – Modify user (computer, group..) di dalam active directory
E
ECHO – Menampilkan message pada monitor
ERASE – Menghapus satu atau lebih file
EXIT – keluar dari window CMD
EXPAND – Uncompress file
EXTRACT – Uncompress CAB files
F
FC – Membandingkan 2 buah file
FDISK – Disk Format dan partition
FIND – Mencari sebuah text string di dalam sebuah file
FINDSTR – Mencari strings di dalam files
FOR /F -Loop command: untuk beberapa files sekaligus
FOR – Loop command: all options Files, Directory, List
FORFILES – Batch process multiple files
FORMAT – Memformat sebuah disk
FREEDISK – Menampilkan free disk space (dalam bytes)
FSUTIL – File and Volume utilities
FTP – File Transfer Protocol
FTYPE – Menampilkan/mengubah file types yg digunakan dalam file extension
G
GLOBAL – Menampilkan daftar anggota dalam global groups
GOTO – Mengarahkan sebuah program batch untuk melompat ke labelled line
H
HELP – Online Help
HFNETCHK – Network Security Hotfix Checker
I
IF – Conditionally perform a command (perintah bersyarat)
IPCONFIG – Configure IP
K
KILL – Menghapus program dari memory
L
LABEL – Memberi/mengubah label disk
LOCAL – Menampilkan daftar anggota local groups
LOGEVENT – Menulis text ke dalam NT event viewer.
LOGOFF – Keluar dari system / Mengeluarkan user dari system
LOGTIME – mencatat tanggal dan waktu dalam sebuah file
M
MAPISEND – Mengirim e-mail dari command line
MEM – Menampilkan memory usage
MD – Create new folders
MODE – Configure a system device
MOUNTVOL – Mengatur Mount point dalam sebuah volume
MOVE – Memindahkan file dari sebuah folder ke folder lain
MOVEUSER – Menindahkan user dari sebuah domain ke domain lain
MSG – Mengirim message
MSIEXEC – Microsoft Windows Installer
MSINFO – Windows NT diagnostics
MSTSC – Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE – Mencari dan Menganti text di dalam sebuah file (find & replace)
MV – Meng-copy file yang sedang/sementara digunakan
N
NET – Mengatur network resources
NETDOM – Domain Manager
NETSH – Configure network protocols
NETSVC – Command-line Service Controller
NBTSTAT – Menampilkan networking statistics (NetBIOS over TCP/IP)
NETSTAT – Menampilkan networking statistics (TCP/IP)
NOW – Menampilkan current Date and Time
NSLOOKUP – Name server lookup
NTBACKUP – Backup folders
NTRIGHTS – Edit user account rights (wilayah akses yg diizinkan oleh admin)
P
PATH – Menampilkan atau mengatur search path untuk executable files
PATHPING – Melacak route plus network latency dan packet loss
PAUSE – Menahan proses sebuah batch file and menampilkan message
PERMS – Menampilkan permissions (wilayah akses) user
PERFMON – Performance Monitor
PING – Menguji (test) network connection
POPD – Restore previous value dari sebuah directory yang di-save oleh PUSHD
PORTQRY – Menampilkan status ports dan service
PRINT – Print text file
PRNCNFG – Menampilkan, mengatur, atau mengubah nama printer
PRNMNGR – Menampilkan, menghapus, atau menambah daftar printer; set default printer
PROMPT – Mengubah command prompt
PsExec – Menjalankan proses jarak jauh (remote)
PsFile – Menunjukkan file2 yang dibuka dari jarak jauh
PsGetSid – Menampilkan SID sebuah computer atau user
PsInfo – Menampilkan informasi dari sebuah system
PsKill – Menghentikan proses melalui process ID
PsList – Menampilkan detail informasi dari sebuah proses
PsLoggedOn – Who’s logged on (mengecek secara lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList – Event log records
PsPasswd – Mengubah account password
PsService – Menampilkan dan mengubah services
PsShutdown – Shutdown atau reboot computer
PsSuspend – Suspend/menahan proces
PUSHD – Menyimpan/Save dan mengganti current directory
Q
QGREP – Mencari kata/kalimat di dalam file yg sesuai dgn pola/line yg ditentukan.
R
RASDIAL – Mengatur RAS connections
RASPHONE – Mengatur RAS connections
RECOVER – Memulihkan/Recover damaged file dari sebuah disk defective (rusak).
REG – Membaca, mengatur, atau menghapus registry keys dan values
REGEDIT – Mengimport/mengeksport registry settings
REGSVR32 – Register/unregister file DLL atau ocx
REGINI – Mengubah Registry Permissions
REM – Merekam/mencatat comments (remarks) di dalam sebuah batch file
REN – mengubah nama file
REPLACE – Mengganti/Replace atau meng-update sebuah file dengan file line
RD – Delete folder
RDISK – Create Recovery Disk
RMTSHARE – Share folder atau printer
ROUTE – Memanipulasi network routing tables
RUNAS – Menjalankan sebuah program dgn menggunakan user account lain.
RUNDLL32 – Menjalankan sebuah DLL command (add/remove print connections)
S
SC – Service Control
SCHTASKS – Create or Edit Scheduled Tasks
SCLIST – Display NT Services
ScriptIt – Control GUI applications
SET – Display, set, atau remove environment variables
SETX – Set environment variables secara permanent
SHARE – Mendaftar atau edit sebuah file share atau print share
SHORTCUT – Create windows shortcut (.LNK file)
SHOWGRPS – Menampilkan daftar NT Workgroups atau user yang telah joined
SHOWMBRS – Menampilkan daftar Users yg merupakan member dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN – Shutdown computer
SLEEP – Menunggu selama beberapa saat
SOON – Menjadwal(schedule) sebuah command untuk beberapa waktu kemudian
SORT – Sort input
START – membuka sebuah window baru, untuk menjalankan program atau command tertentu
SU – Switch User
SUBINACL – Edit file & folder Permissions, Ownership serta Domain
SUBST – Menyesuaikan sebuah path dengan drive letter
SYSTEMINFO – Menampilkan daftar system configuration
T
TASKLIST – Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan
TIME – Menampilkan atau mengubah waktu pada system
TIMEOUT – Delay processing sebuah batch file
TITLE – Menentukan judul window untuk sebuah session CMD.EXE
TOUCH – mengubah timestamps sebuah file
TRACERT – Melacak route ke sebuah remote host
TREE – Tampilan grafis dari struktur folder
TYPE – Menampilkan isi dari sebuah text file
U
USRSTAT – Menampilkan daftar domain usernames dan last login
V
VER – Menampilkan version information
VERIFY – Memeriksa apakah files telah ter-save
VOL – Menampilkan disk label
W
WHERE – Mencari dan menampilkan files di dalam sebuah directory tree
WHOAMI – Menampilkan current UserName dan current domain
WINDIFF – Membandingkan isi dari dua atau lebih file.
WINMSD – Windows system diagnostics
WINMSDP – Windows system diagnostics II
WMIC – WMI Commands
X
XCACLS – Mengubah file permissions (hak akses)
XCOPY – Copy files dan folders